Survey lokasi perbenihan kedelai 13 ton di Kec.Balocci, Kab. Pangkep
Pangkep, 16/04/2026 - Dalam rangka mendukung penyediaan benih bermutu serta memperkuat kemandirian perbenihan nasional, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Selatan melaksanakan survey lokasi kegiatan produksi benih sumber kedelai sebanyak 13 ton. Kegiatan survey ini dilakukan di Desa Balleangin, Kec. Balocci, Kab. Pangkep.
Survey ini merupakan langkah awal untuk menentukan/merencanakan lokasi produksi benih meliputi kesiapan dan kesesuaian lahan, kesiapan petani penangkar dan potensi pengembangan kedelai di wilayah tersebut.
Tim BRMP Sulsel melakukan identifikasi kondisi lahan, ketersediaan air, serta sarana dan prasarana pengolahan benih/prosesing, lantai jemur, gudang yang dimiliki oleh petani penangkar yang dapat mendukung produksi benih kedelai.
Desa Balleangin, Kec. Balocci dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensi agroekosistem yang mendukung untuk perbenihan kedelai. Luas areal tanam kedelai di wilayah tersebut seluas 311 ha. Kec. Balocci merupakan wilayah penghasil kedelai pertama di Kab. Pangkep. Selain itu, juga terdapat kelompok tani yang sudah berpengalaman dalam memproduksi benih kedelai.
Dalam pelaksanaan survey, tim juga melakukan pertemuan dengan calon petani penangkar terkait kesiapan teknis, termasuk penggunaan varietas unggul kedelai dengan produktivitas tinggi dan berumur genjah, penentuan jadwal tanam, serta penerapan teknologi produksi benih yang sesuai. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses produksi benih yang dilakukan sesuai standar teknis perbenihan untuk menjamin mutu, kemurnian varietas, serta kelayakan benih untuk disertifikasi.
Kegiatan produksi benih sumber kedelai ini diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan benih ditingkat lokal, tetapi juga dapat menjadi model pengembangan perbenihan spesifik lokasi di wilayah Sulawesi Selatan.
Penyediaan benih sumber bermutu dan berkelanjutan menjadi strategi penting dalam meningkatkan produktivitas kedelai nasional, penguatan kedaulatan pangan berkelanjutan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
(HH)